Dua Minggu Sampah Tak Diangkut, Warga Jalan Dewi Sartika Geram: Iuran Rp20 Ribu Dibayar, Bau Limbah yang Didapat
PANGKALPINANG — Keluhan terhadap pelayanan pengangkutan sampah kembali mencuat. Warga di Jalan Dewi Sartika, Kota Pangkalpinang, mengaku geram lantaran sampah di lingkungan mereka disebut sudah sekitar dua minggu tidak diangkut.
Kondisi tersebut membuat tumpukan sampah semakin menumpuk dan menimbulkan bau tidak sedap yang mengganggu kenyamanan warga sekitar.
Ironisnya, warga mengaku tetap memenuhi kewajiban membayar iuran kebersihan sebesar Rp20 ribu. Kondisi ini kemudian memunculkan pertanyaan besar di tengah masyarakat: jika iuran rutin dibayar, mengapa pelayanan pengangkutan sampah justru tidak berjalan?
Warga berharap persoalan tersebut tidak dianggap sebagai masalah sepele. Sampah yang dibiarkan berhari-hari bukan hanya persoalan estetika lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu kenyamanan dan kebersihan permukiman.
Masyarakat meminta pihak terkait segera turun ke lapangan untuk melihat langsung kondisi tersebut sekaligus memberikan penjelasan mengenai penyebab sampah tidak diangkut selama dua minggu.
Jika terdapat kendala armada, petugas, jadwal pengangkutan maupun persoalan teknis lainnya, warga meminta agar pemerintah menyampaikannya secara terbuka.
Pasalnya, masyarakat membutuhkan kepastian pelayanan, bukan sekadar penarikan iuran.
WARGA PERTANYAKAN PENGELOLAAN IURAN
Keluhan warga juga menyentuh persoalan pengelolaan iuran kebersihan. Dengan adanya pembayaran rutin dari masyarakat, warga tentu berharap terdapat pelayanan yang sebanding.
Pertanyaan mengenai ke mana iuran tersebut dialokasikan dan siapa yang bertanggung jawab terhadap pelayanan pengangkutan sampah pun mulai muncul.
Bagi warga, nominal Rp20 ribu bukan persoalan utama. Yang menjadi persoalan adalah ketika kewajiban membayar telah dilakukan, tetapi sampah justru dibiarkan menumpuk.
Pelayanan publik harus berjalan beriringan dengan kewajiban masyarakat.
Karena itu, Pemerintah Kota Pangkalpinang melalui instansi yang membidangi persampahan diminta segera melakukan pengecekan dan mengambil langkah konkret.
Jangan sampai persoalan sampah yang seharusnya dapat diselesaikan secara cepat justru berlarut-larut hingga menimbulkan keresahan masyarakat.
Warga Jalan Dewi Sartika kini menunggu tindakan nyata. Sampah harus diangkut, lingkungan harus kembali bersih, dan masyarakat berhak mendapatkan penjelasan atas pelayanan yang mereka terima.
Pihak terkait juga diharapkan memberikan klarifikasi secara terbuka agar tidak terjadi kesimpangsiuran informasi di tengah masyarakat.
Tim IMC group
admin
Diterbitkan: 8 September 2026 pukul 05.02
Dikaitkan dengan Tambang di Kolong Atom, Keluarga Haji Ton: Sudah Setahun Berhenti
BERITA TERKAIT
Dikaitkan dengan Tambang di Kolong Atom, Keluarga Haji Ton: Sudah Setahun Berhenti
4 weeks yang lalu
Barometer86.com: Media Independen yang Mengawal Fakta dan Aspirasi Bangka Belitung
1 month yang lalu
Diduga Ratusan Hektare Hutan Produksi di Bemban Dialihfungsikan Menjadi Perkebunan Sawit, Empat Nama Disebut Warga
1 month yang lalu
Pengecatan Gapura Selamat Datang Berujung Maut, Warga Bangka Selatan Meregang Nyawa
1 month yang lalu
