Pengecatan Gapura Selamat Datang Berujung Maut, Warga Bangka Selatan Meregang Nyawa

Oplus_131072

BANGKA SELATAN — Suasana di kawasan Gapura Selamat Datang Kabupaten Bangka Selatan mendadak geger, Selasa (18/8/2026). Seorang warga Desa Tran Rias meninggal dunia setelah diduga mengalami kecelakaan akibat sengatan listrik saat melakukan pekerjaan pengecatan.

 

Peristiwa nahas tersebut terjadi di kawasan yang lokasinya tidak jauh dari Kantor Polres Bangka Selatan. Warga yang mengetahui kejadian langsung berdatangan ke lokasi untuk memberikan pertolongan.

 

Informasi mengenai kejadian tersebut kemudian menyebar melalui sejumlah grup WhatsApp. Dalam rekaman video yang beredar, terlihat korban berada di sekitar lokasi pekerjaan setelah diduga terkena aliran listrik. Kondisinya disebut mengalami luka bakar serius.

 

Warga kemudian berusaha mengevakuasi korban dan membawanya untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, nyawa korban tidak berhasil diselamatkan.

 

Kejadian tersebut memunculkan perhatian terhadap faktor keselamatan di lokasi pekerjaan, terlebih apabila aktivitas pengecatan dilakukan berdekatan dengan jaringan listrik.

 

Publik kini mempertanyakan apakah sebelum pekerjaan dimulai telah dilakukan pengecekan terhadap kondisi lingkungan sekitar, termasuk keberadaan jaringan listrik dan potensi bahaya yang dapat mengancam pekerja.

 

Selain itu, pihak yang memberikan pekerjaan dan pihak pelaksana kegiatan juga perlu diperjelas agar tidak menimbulkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat.

 

Pihak berwenang diharapkan melakukan pemeriksaan terhadap lokasi kejadian dan meminta keterangan dari saksi-saksi untuk memastikan rangkaian peristiwa yang sebenarnya.

 

Termasuk memastikan apakah pekerjaan tersebut telah memenuhi standar keselamatan kerja dan apakah terdapat prosedur khusus yang seharusnya diterapkan ketika bekerja di sekitar jaringan listrik.

 

Hingga kini, penyebab pasti kejadian serta pihak yang bertanggung jawab masih menunggu hasil pemeriksaan dan keterangan resmi dari pihak terkait.

 

Keluarga korban kini harus menerima kenyataan pahit setelah pekerjaan yang semestinya dilakukan secara biasa justru berakhir dengan kehilangan nyawa.

Topik:
Berita
AD
PENULIS

admin

Diterbitkan: 18 August 2026 pukul 07.53

BERITA TERKAIT