Pemkab Bangka Barat Dinilai Mandek, Jalan Rusak di Dusun Tanjung Niur Tempilang Tak Kunjung Diperbaiki

oplus_2

Tanjung Niur — Kondisi Jalan Tanjung Niur yang membentang sepanjang kurang lebih 11 kilometer di wilayah Kabupaten Bangka Barat kembali menjadi sorotan masyarakat. Ruas jalan yang menjadi urat nadi aktivitas warga ini sudah lama dibiarkan rusak tanpa penanganan berarti, meski setiap hari dilalui kendaraan dan menjadi akses utama berbagai kebutuhan warga.

Berdasarkan pantauan di lapangan, kerusakan jalan terlihat semakin parah. Permukaan aspal sudah tidak lagi rata, lubang-lubang besar menganga di sejumlah titik, sementara sebagian badan jalan mulai terkikis dan menyempit. Kondisi ini membuat pengendara harus ekstra hati-hati, terutama pada malam hari atau saat hujan ketika lubang tertutup genangan air dan sulit terlihat.

Warga setempat menilai kondisi ini sudah sangat mengganggu, bukan hanya dari sisi kenyamanan, tetapi juga berdampak langsung pada aktivitas ekonomi dan sosial mereka. Jalan Tanjung Niur merupakan jalur penting yang menghubungkan warga ke pusat kegiatan, mulai dari pasar, sekolah, hingga fasilitas kesehatan.

“Kalau lewat sini harus pelan-pelan sekali, karena banyak lubang yang dalam. Sudah sering hampir jatuh, apalagi kalau malam hari,” ujar salah satu warga yang setiap hari melintasi jalan tersebut.

Keluhan serupa juga datang dari para pengendara roda dua maupun roda empat. Mereka mengaku kondisi jalan yang rusak mempercepat kerusakan kendaraan dan menambah biaya perawatan. Tidak sedikit yang merasa dirugikan karena harus sering memperbaiki kendaraan akibat medan jalan yang tidak layak.

Warga pun berharap pemerintah daerah melalui instansi terkait segera turun tangan melakukan pengecekan langsung di lapangan. Menurut mereka, kondisi ini sudah tidak bisa lagi dibiarkan dan membutuhkan penanganan cepat sebelum semakin memburuk.

Masyarakat juga mendesak agar perbaikan yang dilakukan tidak bersifat sementara atau tambal sulam, melainkan perbaikan permanen. Mengingat panjang ruas jalan yang terdampak cukup signifikan, yakni sekitar 11 kilometer, penanganan menyeluruh dinilai menjadi satu-satunya solusi yang tepat.

“Jangan sampai dibiarkan terus seperti ini. Ini jalan utama yang dipakai banyak orang setiap hari,” ungkap warga lainnya dengan nada kecewa.

Selain menghambat mobilitas, kerusakan jalan ini juga dinilai meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas. Lubang-lubang yang tidak terlihat jelas, terutama saat hujan, menjadi ancaman serius bagi keselamatan pengguna jalan.

Hingga kini, masyarakat masih menunggu langkah nyata dari pemerintah daerah. Mereka berharap keluhan yang sudah lama disuarakan tidak lagi diabaikan, dan segera ditindaklanjuti dengan perbaikan yang layak, sehingga Jalan Tanjung Niur kembali aman dan nyaman digunakan seperti seharusnya.

Redaksi

Topik:
Berita
AD
PENULIS

admin

Diterbitkan: 17 August 2026 pukul 05.07

BERITA TERKAIT